Beranda Nusantara Warga Sukaresik Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Lambannya Perbaikan Infrastruktur
Warga Sukaresik Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Lambannya Perbaikan Infrastruktur
Kabupaten Ciamis, mediasakti.id ,-Masyarakat Dusun Ciawi, Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, melakukan aksi unik sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Aksi tersebut dilakukan dengan menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang yang tergenang air, tepatnya pada Selasa siang (12/8/2025), di jalur menuju objek wisata alam Sungai Cireong.Aksi ini sontak menyita perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Mereka menilai kondisi jalan yang rusak parah tersebut sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk wisatawan yang hendak mengunjungi destinasi lokal di Desa Sukaresik.Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Dadang alias Kobra (50), membenarkan bahwa penanaman pohon pisang dilakukan sebagai simbol kekecewaan warga terhadap pemerintah desa yang dinilai lamban merespons kerusakan jalan yang terjadi sejak lama.“Masyarakat ramai-ramai menanam pohon pisang di jalan berlubang yang penuh genangan air. Ini bentuk protes karena sudah sejak tahun 2018 jalan ini rusak, dan belum pernah ada perbaikan signifikan,” ujarnya kepada wartawan.Dadang mengungkapkan, kondisi jalan yang rusak tersebut telah berlangsung selama lebih dari tujuh tahun. Ironisnya, hingga peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia tahun ini, infrastruktur di desanya masih memprihatinkan.“Desa-desa lain jalannya sudah dihotmix, sudah mulus. Tapi di sini masih rusak parah. Jadi masyarakat bertanya-tanya, ke mana anggaran perbaikan jalan ini sebenarnya dialokasikan?” tegasnya.Menurut Dadang, panjang jalan yang rusak sekitar empat kilometer, namun yang paling parah terdapat di satu kilometer pertama dengan lebar jalan sekitar tiga meter. Meski kerusakan paling parah hanya sebagian, namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten untuk memperbaikinya.“Kalau alasannya karena tidak mampu, masa satu kilo saja tidak bisa diperbaiki? Ini jalan utama yang digunakan masyarakat sehari-hari,” tambahnya.Dampak dari jalan rusak ini pun cukup serius. Selain mengganggu mobilitas warga, kondisi lubang yang tergenang air saat musim hujan kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh.“Setiap musim hujan, jalan jadi kolam. Banyak motor yang tergelincir. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan,” jelasnya.Selain sebagai jalur penghubung antar-wilayah, jalan tersebut juga merupakan akses utama menuju objek wisata Alam Sungai Cireong yang menjadi kebanggaan Desa Sukaresik. Dengan kondisi jalan yang rusak parah, warga khawatir jumlah kunjungan wisatawan akan terus menurun karena minimnya kenyamanan dan keamanan.“Wisatawan tentu butuh akses yang nyaman. Kalau jalannya rusak seperti ini, siapa yang mau datang? Lama-lama destinasi wisatanya juga bisa mati,” keluhnya.Warga berharap, melalui aksi protes simbolik ini, pemerintah desa maupun kabupaten segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Mereka juga meminta transparansi anggaran serta keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa.“Semoga ada tanggapan dan aksi nyata, jangan hanya janji-janji. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan potensi ekonomi dari sektor pariwisata,” pungkas Dadang.Aksi ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat di berbagai daerah yang merasa pembangunan belum merata, terutama dalam hal infrastruktur dasar. Warga Desa Sukaresik pun kini menanti respons konkret dari pihak terkait untuk mewujudkan jalan yang layak dan aman. Dods.The post Warga Sukaresik Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Lambannya Perbaikan Infrastruktur appeared first on MediaSakti.